TIDUR JADI ALASAN? SEBAIKNYA JANGAN

Saya tebak hampir semua remaja laki-laki usia SMP dan SMA pernah kecanduan bermain game online. Ya memang ada beberapa yang tidak. Yang tidak kecanduan biasanya mempunyai hobi olahraga atau menekuni aktifitas yang lainnya. Yang tidak berbakat di aktifitas lainnya seperti saya ya masuknya golongan remaja warnet. Hobinya bermain game online hingga dini hari bahkan hingga fajar menjelang.

Game yang saya mainkan adalah Dota. Bagi yang belum tahu, game ini adalah buyutnya game berjenis moba dan juga cikal bakal dari game Mobile Legend yang sekarang ini begitu populer. Saya memainkan game Dota 1 yang grafisnya naudubillah hingga Dota 2 yang grafisnya alhamdulillah.

Seiring bertambahnya umur memang waktu melarang saya untuk tidak bermain lagi. Saat ini saya sudah pensiun. Tidak ada sama sekali menyentuh dunia hitam itu.

Dalam masa pensiun bermain game online kadangkala saya rindu saat-saat indah kala menghadap layar komputer, menekan tombol ASDW dan mengeklik mouse berkali-kali. Tidak hanya itu, saya merindukan misuh dan berkata-kata kotor saat emosi mulai naik ketika kekalahan mendera.

Sebagai anak Kendal yang bisa dibilang agak Semarangan, mengeluarkan kata cocote, kakeane, bajindul, asu, dan lain sebagainya bisa dibilang sudah biasa. Itu adalah bentuk ekspresif dari suatu emosi yang meledak-ledak. Misuh adalah luapan emosi sesaat saja. Misuh masih jauh lebih mendingan karena tidak merugikan orang lain. Daripada langsung marah yang kelewatan bisa-bisa layar monitor kena pukul, banting mouse dan keyboard. Malah tambah merugikan orang.

Misuh hanya terjadi ketika kalah. Ketika menang? Jangan harap ada kata-kata kotor. Yang ada nafsu untuk bermain lagi, lagi ,dan lagi. Kalau sedang win streak alias kemenangan beruntun biasanya hal itu saya jadikan pelecut semangat bahwa saya di suatu saat nanti akan menjadi gamer profesional. Kalau sudah begini, saya akan menghubungi operator warnet untuk memintanya menambah billing saya. Menambah jam bermain. Tidak peduli berapa banyak anak-anak SD yang mengantre di belakang saya.

Kecanduan yang saya alami bisa dibilang biasa-biasa saja sampai pada suatu titik. Ketika itu saya punya pacar yang menjadi penghuni garis depan penentang saya bermain game online. Bukan karena game online buruk buat saya tapi karena game online dia jadi sering saya tinggal. Pesan-pesannya jarang saya balas. Telponnya jarang saya angkat. Ya maaf, kalau saya mengangkat telfon, bisa-bisa saya kalah nantinya.

Karena sering terjadi percekcokan, saya berjanji pada pacar saya bahwa saya tidak akan lagi bermain game online mengabaikan pesan-pesannya. Saya juga menjanjikan hal-hal lain seperti yang laki-laki lain janjikan pada kekasihnya. Tapi saya tetap bermain game online. Hanya saja hal itu saya lakukan saat pacar saya sudah tertidur. Saya selalu menepati janji saya.

Sampai suatu ketika ada sebuah pesan dari kawan saya, “Ayo cuk main, kae ono Mas Dar.”

Mas Dar adalah senior saya dalam bermain Dota. Selain dia jago bermain Dota, bermain bersamanya begitu menyenangkan sebab memang karakternya yang lucu. Waktu itu memang Mas Dar sudah jarang bermain Dota karena kesibukannya di dunia nyata. Alhasil ketika ada ajakan bermain dari kawan saya lebih baik saya tidak makan tiga hari daripada menolak ajakannya.

Saya tidak perlu waktu lama untuk berpikir. Saya bilang saja ke pacar saya kalau saya mau tidur lebih awal sebab saya merasa tidak enak badan. Dengan sedikit doa dan pesan pengantar tidur darinya saya beranjak menuju warnet. Maafkan kebohonganku ini.

Begitu online, saya terhubung dengan kawan-kawan yang hampir semuanya sudah siap. Beberapa match-pun dimainkan. Tidak lupa Mas Dar juga ikut bergabung.

Seperti yang saya bilang, Mas Dar sangat jago. Bahkan ketika dia sudah jarang bermain. Lima match beruntun berhasil kami menangkan. Dan dari kelima pertandingan itu Mas Dar berhasil menjadi pemain dengan skor tertinggi.

Screenshot hasil pertandingan-pun saya bagikan ke Twitter sebagai bukti betapa jagonya kami ketika satu tim berkumpul. Niat saya juga untuk pamer pada kebanyakan followers saya yang kebetulan para pemain dota juga.

Setelah update tweet, saya melanjutkan satu game. Rencananya game ini adalah game penutup. Game penutup berhasil kami menangkan. Kami berpamitan online dan berjanji kapan-kapan akan bermain bersama lagi. Mata saya sudah ngantuk seakan-akan mengajak saya untuk segera tidur.

Selesai menutup game, saya membuka kembali browser hendak untuk menutupnya.

BADALA!!!

Pacar saya me-reply tweet saya dengan “Oh, menang ya? :)”

Saya lupa, saya pamitnya ke pacar saya untuk tidur. Saya rasa kejadian selanjutnya tidak perlu diceritakan.

Please follow and like us:

2 thoughts on “TIDUR JADI ALASAN? SEBAIKNYA JANGAN

  1. Gila, lucu abis dah gue bacanya. Blog yang kayak gini, nih.. gue demen. “Dota 1 grafisnya nauzubillah, Dota 2 Alhamdulillah. “Wkwkwk. Dan yg terakhir, “Oh, menang ya?”. Wkwkwk, gila abis gan.

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae