Aku yang Tidak Peka atau Kamu yang Terlalu Sering Menyembunyikan Makna

Coba masukkan lagi ke dalam sakumu hape itu. Kembalilah ke dunia nyata dan tatap mataku. Sayang, jangan jadi kesal. Sebab dunia maya bukanlah tempat pacaran yang ideal.

Sadarkah kamu, kamu terlalu mudah membagikan kisah kita berdua pada khalayak. Menulis nama di bio sungguh tidak perlu. Karena aku yakin kita berdua sudah menuliskan nama dalam doa masing-masing. Membagikan foto mesra belum saatnya. Karena foto yang seharusnya kita bagikan nanti adalah foto kita berdua dalam buku nikah. Mengucapkan monthversary sungguh kekanak-kanakkan. Sebab aku berharap kisah kita tidak dapat dihitung dalam hitungan bulan. Mention-mentioan-an di timeline bukan hal yang tepat untuk kita. Aku lebih suka mengirim pesan singkat WhatsApp, mengunjungimu dengan video call, atau memang jika rindu sudah menebal aku akan datang ke rumahmu. Twit-war bukan hal yang tepat saat kita dilanda masalah. Orang yang tahu masalah kita tidak akan bersimpatik. Lebih baik kita tutupi saja.

Sadarkah kamu kebahagiaan tidak membutuhkan persetujuan orang lain. Setiap orang lahir dari ibu yang berbeda. Dididik di lingkungan yang berbeda. Tumbuh dengan orang-orang yang berbeda. Standar kebahagiaan juga berbeda. Tidak perlu kamu publikasikan kisah indah kita.

Seringkali kita mempersulit hal-hal yang sebetulnya mudah. Datang saja jika rindu. Bilang saja jika tidak senang. Marahi jika cemburu. Katakan saja kalau kamu membutuhkan aku. Kalau tetap menuruti ego, yasudah.

Mungkin dulu ketika sekolah kita sangat senang saat diajari sandi atau kode-kode. Barangkali dari sanalah kita bisa menemukan kata “terserah” ketika diajak makan di luar. Tapi ketika sudah ditentukan, kita tetap tidak setuju. Ada juga kata gapapa. Tapi sebenarnya tersimpan beribu maksud di dalamnya. Kata-kata itulah yang membuat ditemukan julukan “ga peka” yang disematkan pada mereka yang bodoh soal kode-kode.

Sebenarnya akan lebih lega jika bisa mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan. Percayalah. Coba masukkan lagi ke dalam sakumu hape itu. Kita bicara tentang kita.

Please follow and like us:

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae