TERINGAT SAAT PERTAMA KALI MELIHATMU

Semua pertengkaran kita akhir-akhir ini terkadang membuatku lelah. Penat aku rasakan dari ujung kaki hingga ujung kepala. Ada bagian di kepalaku yang aku rasa sakit saat memikirkan solusi dari permasalahan kita. Bahkan di suatu titik rasanya ingin aku akhiri saja semua yang kita pertahankan ini. Tapi setiap sampai di titik ini selalu ada perang di hati. Aku jadi teringat memori saat aku pertama kali melihatmu.

Waktu itu kamu sungguh tidak sopan. Kamu tidak permisi bahkan tidak meminta ijin untuk masuk dalam kehidupanku. Dan sialnya lagi kamu meninggalkan jejak yang selalu membuat aku teringat.

Kita berlanjut sampai ke tahap “aku dan kamu adalah tukang cerita.”. Aku sering senyum-senyum sendiri melihat layar ponsel karena cerita-ceritamu. Bukan cerita lucu memang, tapi di sana ada kebahagiaan tersendiri bagiku saat kamu mau berbagi keluh kesahmu. Saat itu akulah sang peramal. Berharap bisa menemukan tanda-tanda kalau kamu menyayangiku.

Aku menduga saat itu kamu tahu aku sedang mendekatimu. Aku kadang merasa apa yang aku lakukan saat mendekatimu benar-benar tidak berlogika. Dari yang sederhana seperti bertanya tugas sekolah, hingga tiba-tiba aku menawarkan diri mengantarkanmu pulang saat tiada angin tiada hujan.

Kita adalah bahan ejekan kawan-kawan karena keadaan kita waktu itu. Mereka seperti tuhan, suka menjodoh-jodohkan. Tapi aku dan kamu tetap bergengsi tinggi. Tidak akan sekalipun mengakui walaupun sebenarnya ada rasa yang memang sudah melekat di hati.

Aku benar-benar gila padamu waktu itu. Pikiran tentangmu selalu menetap dan tidak mau beranjak pergi. Aku menemukan kenyamananku saat berduaan denganmu. Bukankah yang penting nyaman dulu untuk kemudian bisa berlanjut ke tahap baru?

Sialnya itu bertahun-tahun lalu saat aku pertama kali melihatmu. Sedetail apapun aku mengingat semua itu, tuhan tetap tidak mengijinkan manusia kembali ke masa lalu. Kita berdua hanya bisa menjadikan kisah-kisah itu sebagai lem perekat. Untuk kita gunakan dalam menyatukan kembali kisah panjang yang sudah timbul retakan di permukaannya.

Please follow and like us:

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae