Sampai Bertemu di Pelaminan Dengan Pasangan Masing-masing

Kalau boleh jujur, aku selalu merindukanmu bersama semua hal yang kamu bawa pergi. Semua yang berakhir bersamamu seakan tak ada habisnya untuk diceritakan. Kamu yang awalnya kukira rumah, ternyata aku cuma singgah. Kamu yang sudah aku rencanakan untuk ada di masa depanku, pada akhirnya bagian penting dari masa depanku itu menghilang. Janji-janji manis yang pernah kita buat, mendadak menjadi pahit yang teramat sangat. Aku adalah contoh gagal yang tidak patut ditiru.

Sudah penat aku menelusuri sebab-sebabnya. Tiba-tiba kita menjadi seperti orang asing saja. Aku yang sibuk dengan duniaku, dan kamu yang asik dengan duniamu. Kita sudah berjalan terlalu jauh di jalan masing-masing. Untuk kembali menggapaimu agar berjalan ke arah yang sama akan membutuhkan usaha yang besar. Tapi aku siap untuk hal itu. Sayang sekali ketika aku akan memulai usahaku, tidak ada yang bisa diusahakan katamu.

Seperti api dan air kita selalu bertengkar oleh hal yang itu-itu saja. Kamu ingin menjadikanku sosok yang kamu mau. Begitu juga dengan aku, ingin menjadikanmu sosok yang aku mau. Kita lupa bahwa sebaik-baiknya rasa sayang adalah mereka yang menyayangi apa adanya. Seperti senja di sore hari yang walaupun kemunculannya hanya sebentar, tetapi orang-orang tetap menikmati dan tidak pernah protes pada durasinya.

Aku hanya bisa beralasan bahwa setidaknya kita pernah diciptakan untuk tujuan yang sama. Kita pernah saling mendampingi sebelum akhirnya melangkah sendiri-sendiri. Yang kita perlu lakukan hanya menerima. Karena tidak ada lagi yang bisa kita paksa. Menyesal juga hal yang percuma sebab pada awalnya kita mencintai bukan karena nafsu semata. Kamu, orang yang pernah membuatku bahagia, bukanlah orang yang patut aku sesali karena pernah singgah. Aku hanya ingin berterimakasih. Semoga kamu panjang umur. Sampai bertemu di pelaminan dengan pasangan masing-masing.

Please follow and like us:

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae