Pesan Singkat yang Meruntuhkan Duniaku

Aku akan terus berjalan. Bersama hidupku yang juga membutuhkan masa depan. Seandainya seiring waktu akan hadir ingatan-ingatan, yang hanya perlu aku lakukan adalah melupakan dan membiarkan. Walaupun perkataan tidak segampang perbuatan. Tapi untuk bisa terus bertahan, luka-luka lama memang harus aku simpan dalam-dalam. Sialnya apa yang sedang aku usahakan seakan sia-sia. Pesan yang kamu kirimkan membuka lagi kenangan. Aku yang mulai berjalan menjauhimu, tiba-tiba merasa dekat kembali seperti dulu.

Sebenarnya isi dari pesanmu sangat sederhana. Kamu hanya memberiku ucapan selamat ulang tahun. Namun sayangnya, ucapan sesederhana itu begitu berarti untukku. Kata-kata yang kamu kirimkan, doa-doa yang kamu panjatkan, emoji yang kamu sertakan, masih sama persis seperti dulu. Tentu saja aku tahu bahwa itu hanya ucapan selamat biasa dari dua orang yang saling kenal. Tapi seakan hati biadab ini menginginkan lebih. Dia membisikkan seolah ada harapan untuk kembali. Dia menuntunku untuk mengumpulkan rasa yang pernah ada. Logikaku berkata tidak. Sejak kamu memilih pergi dan meninggalkan sakit ini, aku berjanji tidak akan kembali.

Semua yang berhubungan tentangmu sudah aku singkirkan. Sebab apapun yang mengingatkanku padamu hanya akan merusak rencana masa depan yang aku susun kembali semenjak kepergianmu. Tidak ada gunanya menahan seseorang yang sudah ingin lepas. Seseorang yang memilih melepaskan semua yang telah direncanakan. Semua keputusan itu lahir memang dari mulut kita berdua. Tapi yang menggebu-gebu ingin segera pergi adalah kamu. Aku hanya bisa mengatakan iya pada orang yang sudah tidak mau berjuang bersama. Kamu memilih membuang semua ini. Menjadikan segala hal yang kita miliki jatuh ke bumi.

Aku tidak ingin semua perjuanganku melupakanmu selama ini sia-sia hanya karena satu pesan saja. Dulu kamu bilang semua akan baik-baik saja setelah kita berdua pisah. Tapi begitu sakit kenyataannya. Dan kini setelah aku berangsur sembuh dan aku mulai bisa berjalan dengan kakiku sendiri, tidak akan aku biarkan sebuah pesan menghancurkan. Peduli apa kamu dengan semua itu.

Mulai hari ini aku akan menganggapmu tidak pernah ada. Bukan, bukan karena dendam. Bahkan sejak kita di jalan berbeda aku sudah memaafkan. Ini hanya demi kebaikanku sendiri. Sebab jika tidak melupakan, aku akan merasakan sakit yang berkepanjangan.

Please follow and like us:

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae