PENYESALAN ORANG YANG KAMU BUANG WAKTUNYA

Hidup ini tidak lebih dari serangkaian repetisi. Dari tidak mengenal, pdkt, jadian, lalu merasa dunia milik berdua, kemudian masalah kecil timbul, tiba-tiba membesar, bertengkar, putus, lalu kembali tidak saling mengenal. Kemudian bertemu orang baru lagi untuk mengulang serangkaian kejadian yang sama.

Manusia itu fana, yang abadi adalah waktu. Seiring waktu, tubuh akan semakin rapuh. Kulit semakin keriput. Rambut semakin rontok. Umur semakin berkurang. Menjadi saksi atas penuaan yang terjadi sepertinya tidak menyenangkan tapi sialnya tidak bisa dihindari.

Apa tidak lelah terus-terusan bermain. Mengisi detik demi detik dengan pindah dari satu hati ke hati yang lain. Mudah sekali mengakhiri untuk memulai kisah yang baru. Tapi untuk apa?

Tidak maukah berjuang bersama dia yang memang sudah memperjuangkan. Untuk apa pergi dengan harapan agar dicari. Untuk apa lari dengan harapan agar dikejar. Berjuang tidak sebercanda itu. Mungkin terlihat di matamu bahwa dia adalah orang yang kuat. Tidak. Dia tahu kapan berhenti berjuang dan dengan siap setulus hati melepaskan. Tapi apakah kamu tidak berpikir. Jika akhirnya kamu adalah kisah yang memilih patah, untuk apa dulu kamu mengajaknya atau mengiyakan dia untuk berjuang bersama.

Rela tidak rela dia akan melepasmu. Karena baginya, untuk apa mempertahankan seseorang yang ingin lepas. Seseorang yang dengan lantang meneriakkan “aku layak mendapatkan seseorang yang lebih baik darimu.” Tapi tahukah kamu akan selalu ada penyesalan dalam hatinya karena banyak waktunya yang telah kamu buang sia-sia. Dalam periode waktu yang sama akan lebih baik baginya mencari cinta yang lain yang mau berjuang bersama. Daripada memperjuangkanmu yang pada akhirnya tidak sudi lagi diperjuangkan dengan sepenuh hati.

Please follow and like us:

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae