lauk nasi padang

Mengurutkan Lauk Nasi Padang Berdasarkan Tingkat Kepopulerannya Saat Konsumen Lapar

Makan nasi padang di sela-sela jam istirahat siang ditemani es teh manis adalah favorit setiap insan yang hidup di tanah air. Kentalnya kuah santan yang khas penuh lemak ditambah sambal hijau yang pedas menjadi obat lapar di siang-bolong. Perut kosong yang meronta-ronta sehabis kerja keras bagai kuda akan menjadi luluh. Cacing yang bernyanyian kelaparan akan diam. Semua karena nasi padang.

Nasi padang banyak penikmatnya. Tua-muda, ibu-bapak, kakak-adik, miskin-kaya, cebong-kampret pokoknya siapa saja suka nasi padang. Tidak pilih-pilih. Masakan khas Minang ini sudah mendunia. Bukan hanya terkenal karena rasa, tapi terkenal juga karena jadi obat lapar utama saat lapar dan dahaga.

Saya juga termasuk penikmat nasi padang. Saya mulai suka nasi padang sejak kuliah. Wah, hampir setiap hari menu makan siang saya nasi padang. Kuah kental santan kelapa dengan berbagai bumbu di dalamnya begitu menggugah selera. Seperti candu yang membuat saya ingin selalu kembali ke rumah makan padang itu.

Rumah makan padang langganan saya bukan tipe rumah makan padang yang segala lauk dihidangkan di meja. Karena banyak tipe seperti ini, yang skill abang-abangnya dalam membawa piring tidak perlu diragukan lagi. Tapi yang terfavorit dari terfavorit. Rumah makan padang ala prasmanan. Nasi bisa ambil sendiri sebebasnya asal piring muat. Ya namanya juga mahasiswa. Sekali makan untuk 2-3 hari ke depan.

Saya juga heran, kok para pengusaha rumah makan padang ini tidak rugi. Sementara beribu mahasiswa seperti saya sejak dulu datang tak terkira. Ah, kenapa pula mesti saya pikirkan. Orang padang lebih pelit pintar mengatur uang.

Yang saya pusingkan sekarang adalah peringkat lauk nasi padang jika ditinjau dari tingkat kelaparan konsumen. Iya, saya terpikirkan hal seperti ini. Tapi saya belum sempat melakukan riset pada orang lain. Saya hanya melakukan riset pada diri saya sendiri. Riset ini bertujuan untuk mengetahui lauk apa yang paling populer untuk saya sendiri saat saya begitu lapar dan kemudian menentukan rumah makan padang sebagai tempat untuk bersantap.

Setelah bertahun-tahun melakukan riset terhadap nasi padang yang saya lakukan saat makan siang, akhirnya saya menemukan jawabannya. Berikut ini adalah peringkat lauk nasi padang favorit versi saya saat sedang lapar-laparnya.

Peringkat pertama ada pergedel. Makanan yang saya rasa bahasa inggrisnya fried mashed potatoes with egg ini ada di peringkat pertama. Kandungan karbo dari kentang bisa memenuhi perut saya yang sekarang 5 cm menjauhi garis lurus. Cocok dimakan jika sedang lapar-laparnya. Nasi mengandung karbo, ditambah kentang yang juga karbo. Kenyang.

Harga pergedel juga tidak terlalu mahal. Setidaknya tidak semahal rendang. Ataupun ikan tongkol. Ataupun juga otak-otak. Cukup seribu saja sudah dapat satu potong pergedel yang akan menahan lapar hingga jam-jam makan malam.

Lanjut ke peringkat kedua, di sana ada telur. Maaf mungkin di lauk yang menghuni peringkat dua ini batasan riset saya jadi kurang jelas. Jadi ambigu antara lauk yang murah atau lauk favorit saat sedang lapar-laparnya. Telur dan pergedel sudah pasti tidak semahal rendang, tentu saya sering makan. Dan saya juga kalau ke rumah makan padang juga pasti pas lagi lapar-laparnya. Jarang saya makan nasi padang hanya untuk cemilan.

Tapi telur tetap harus menghuni peringkat kedua. Mau telur bulat atau telur dadar, sama-sama enak. Yang penting disiram dengan kuah santan kental. Telur ini proteinnya banyak. Cocok untuk orang yang lapar. Ya meskipun sebenarnya tidak ada hubungannya, tetap saja telur favorit.

Nah untuk yang menghuni peringkat tiga ada ikan tongkol santan. Kenapa saya tambahkan santan di ujung kalimat? Ada ikan tongkol yang tidak bersantan. Ikannya digoreng. Lalu dikasih bumbu cabai. Tentu ini bertentangan dengan undang-undang pernasi-padangan. Selain bertentangan, ikan tongkol yang tidak berkuah juga rasanya kurang sedap jika dibandingkan yang berkuah. Selalu camkan bahwa nasi padang yang nikmat adalah nasi padang yang kuahnya dicampur-campur.

Ikan tongkol tetap jadi favorti saya meskipun durinya banyak. Makan ikan tongkol sebagai lauk nasi padang kadang buat terlena. Sedang menikmati nikmatnya santap siang yang nikmatnya ibarat surga dunia, kok disuruh misah-misahin duri. Mengganggu.

Saya pernah mengalami beberapa kali tersedak duri ikan. Bahkan sudah langganan. Mungkin karena malas memisah-misah duri dari daging atau ya karena duri itu enak saja untuk dimakan. Toh duri juga akan hancur kalau dikunyah terus-menerus. Tapi kenyataannya sering ada duri satu atau dua yang nyangkut di kerongkongan. Ya nasib. Kalau sudah begini hanya ada satu solusi; tambah nasi untuk mendorong duri turun ke lambung. Alhasil saya jadi tambah kenyang.

Lanjut ke lauk selanjutnya. Kalau yang satu ini tidak asing bagi seluruh warga di dunia; ayam. Ayam tentu saja masuk setelah sebelumnya di peringkat kedua ada anaknya yang bertengger di sana. Siapa sih yang tidak tergoda untuk makan ayam. Daging, enak, dan lebih murah daripada sapi. Apalagi ayam-ayam di nasi padang besar-besar. Pokoknya cocok kalau dijadikan lauk saat sedang lapar-laparnya.

Selalu ada dua pilihan ayam untuk disantap di rumah makan padang. Ada ayam bakar, dan ada ayam goreng. Ayam gorengpun terbagi menjadi dua jenis. Krispi dengan garingnya yang kriuk, atau polos untuk para penikmat polosan. Ah, tapi saya tidak terlalu suka yang goreng jika yang bakar masih ada. Bumbu ayam bakar itu beuh, makan nasi hanya bersama bumbu ayam bakar juga saya jabanin.

Saya rasa ayam menutup daftar lauk favorit saya saat makan di rumah makan padang. Jangan penasaran kenapa rendang tidak ada, otak-otak tidak ada, dan lauk favoritmu tidak ada. Rendang mahal bro. Saya tidak sanggup jika untuk makan siang saja harus yang mahal. Sudah mahal, dapatnya sedikit lagi. Tentu ini bertentangan dengan prinsip yang saya jalani. Murah dan harus mengenyangkan. Tapi jangan gundah jangan sedih. Untuk anda yang senasib dengan saya, selalu ada kuah rendang untuk dituang. Kuah coklat kehitaman santan yang mengering dengan aroma yang khas. Sangat cocok untuk dijadikan toping saat semua lauk sudah di piring.

Maaf juga untuk penikmat sayur daun singkong karena tidak saya masukkan ke daftar. Daun singkong itu sayur bukan lauk.

Please follow and like us:

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae