MENDEWASAKAN DIRI SETELAH PATAH HATI

Kebanyakan, alasan seseorang menginginkan perpisahan itu konyol. Ada yang bilang kalau “kita berdua sudah tidak cocok”. Alasan lainnya ”kamu terlalu baik untukku”. Sadarlah, itu hanyalah alasan klasik yang sudah biasa digunakan untuk mengakhiri hubungan. Baginya di luar sana ada yang lebih baik darimu. Dia merasa lebih nyaman bersamanya daripada bersamamu. Pada akhirnya kamu hanya bisa menerima. Karena kamu tahu tidak ada gunanya mempertahankan seseorang yang sudah menginginkan perpisahan.

Ada banyak rencana yang sudah direncanakan hancur berantakan karena kepergiannya. Dia pergi saat kamu sedang sayang-sayangnya. Meninggalkan luka yang menganga lebar di hati. Dia menghilang saat kamu sedang tidak ingin pindah ke lain orang. Peduli apa dia denganmu. Dia sudah bulat dengan tekadnya. Kamu terluka. Dia membuatmu merasa dunia ini begitu kejam. Membuatmu berpikir bahwa hidup tidak adil. Tidak ada gunanya lagi membayangkan masa depan. Keluarkanlah semua emosimu. Kamu sedang patah hati. Wajar jika yang kamu pikirkan seperti itu.

Yang perlu kamu ingat di masa patah hatimu ini cukup satu. Pendewasaan. Setiap kejadian yang menimpamu selalu memiliki alasan tertentu. Dan terluka adalah salah satu proses pendewasaan itu. Menjadikan pelajaran dari luka yang sedang kamu alami sungguh sulit. Karena kamu harus belajar saat sedang hancur berkeping-keping. Orang begitu mudah bicara soal move on. Tapi ketahuilah, move on itu susah. Tapi jika kamu sudah bisa melaluinya, kamu akan menjadi pribadi yang lebih dewasa. Pembelajaranmu akan membawamu untuk menghindari mereka yang tidak sungguh-sungguh menyayangimu. Dan lebih baiknya lagi, ketika kamu patah hati untuk yang kesekian kali, kamu sudah paham apa yang harus dilakukan.

Memang lagu galau begitu nikmat didengarkan saat sedang hancur lebur seperti ini. Lirik-liriknya begitu tajam di hati. Kamu merasa si pencipta lagu sangat mengerti kondisimu sekarang ini. Wajar saja. Namanya juga baru ditinggal oleh kisah cinta yang gagal. Galaulah secara wajar dan tidak berlarut-larut. Belajarlah untuk membuka hati kembali tanpa rasa takut. Setiap kisah yang tidak berlanjut memang akan membuatmu terluka sementara tapi setelah itu akan membentukmu jadi pribadi yang lebih kuat untuk selamanya.

Please follow and like us:

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae