jose mourinho

MENCOBA MEMAHAMI JOSE MOURINHO

Sosok yang akan saya bicarakan kali ini adalah Jose Mourinho. Salah satu manajer ataupun pelatih dalam dunia sepakbola yang tidak lepas dari dua hal. Di satu sisi Mou (sapaan akrab Jose Mourinho) adalah manajer yang sarat akan prestasi. Tapi di sisi yang lain Mourinho juga akrab dengan kontroversi.

Kalau bicara soal prestasi saya yakin saya dan anda-anda yang sedang membaca ini pasti mengakui kalau Mou adalah manajer yang sukses. Terbukti dari delapan gelar liga yang dia dapatkan selama ini. Tidak main-main, liga yang dia juarai adalah liga-liga top eropa. Selain gelar liga, banyak juga gelar minor yang dia dapatkan di kancah domestik. Nah yang paling membanggakan dari Mourinho (dan hal inilah yang membuat publik memanggilnya The Special One) adalah prestasinya di kancah eropa. Dua gelar liga champions dan satu gelar eropa league.

Satu yang saya suka dari Mourinho bersama dengan seluruh prestasinya adalah filosofinya. Saya kagum akan pandangannya terhadap sepakbola. Sepakbola dimainkan untuk mencapai kemenangan. Mau dengan cara apapun, pertandingan yang dimainkan harus berujung kemenangan. Karena itulah tujuan dia dibayar bukan, untuk memenangkan pertandingan. Nah di sinilah kontroversi dimulai.

Mou kerap kali menggunakan taktik sepak bola yang cenderung out of the box. Taktik yang orang-orang bilang sebagai negative football. Sepakbola yang negatif sama saja dengan sepakbola yang bukan positif. Kalau mayoritas orang-orang di dunia ini menganggap bermain bola adalah mengolah bola untuk bisa memasukkan bola ke gawang lawan, maka pandangan Mou terhadap sepakbola berbeda 180 derajat sejak awal.

Untuk apa membawa bola jika suatu saat ada momen kehilangan bola yang akan membuat gawang kebobolan. Filosofi ini yang mendasari kenapa Mourinho sering memainkan gaya counter-attack atau bahkan parkir bus. Menurut Mou, sering menguasai bola berarti resiko melakukan kesalahan lebih banyak. Hal ini akan berpengaruh dalam peluangnya memenangkan pertandingan. Inilah yang sangat bertolak belakang dengan keinginan mayoritas fans sepak bola.

Industri sepakbola tidak akan lepas dengan yang namanya fans atau penggemar. Dari mereka-mereka inilah klub bisa memperoleh pemasukan. Contohnya saja pemasukan langsung seperti fans yang membeli jersey ataupun fans yang datang ke stadion untuk menonton pertandingan. Selain itu secara tidak langsung fans juga berpengaruh terhadap pemasukan tim. Tim-tim besar umumnya akan dengan mudah mendapatkan sponsor sebab para brand  melihat peluang pasar yang sangat bagus karena penggemar mereka banyak.

Bersangkutan dengan fans sebagai ladang uang bagi klub, mereka tentu saja punya tuntutan terhadap klub yang didukungnya. Fans, baik yang mengerti sepakbola secara dalam ataupun hanya seorang fans awam, pasti ingin melihat pemain-pemain yang dipujanya menunjukkan keahliannya mengolah si kulit bundar. Bukan hanya berdiri, berjalan, atau lari untuk menutup ruang. Kalau seperti ini ya sama saja keblondrok, niatnya ke stadion mau nonton orang bermain sepak bola kok ini orangnya malah tidak mau membawa bola.

Yang menentang filosofi Mou ya tidak hanya fans, bahkan pemain-pemain yang dibawahinya juga. Yang baru-baru ini sedang anget ya perseturuannya dengan Paul Pogba. Saya rasa tidak hanya Pogba, banyak pemain MU lain juga tidak suka berada di bawah aturan Mou. Begitu juga saat terakhir Mou di Chelsea. Chelsea bermain aneh. Bahkan dengan squad yang sama setelah musim sebelumnya mereka memenangkan gelar liga.

Pemberontakan oleh para pemain asuhan Mou saya anggap sebagai sesuatu yang wajar. Untuk mereka yang benar-benar mencintai sepakbola akan sangat sulit untuk mengikuti instruksi yang Mou berikan. Iya, memberikan bola ke lawan untuk kemudian menjaga daerah pertahanan hingga mendapatkan peluang untuk melakukan serangan balik.

Terutama untuk pemain dengan gaji tinggi, tentu taktik Mou ini tidak bisa diterima. Para pemain bola ini dipekerjakan karena kepandaian dan kelincahan mereka dalam mengolah si kulit bundar. Saya rasa mereka beranggapan kalau mereka hanya bertahan saja sambil menunggu kesempatan untuk menyerang balik, skill mereka tidak akan berkembang. Alhasil banyak pemain yang harus pergi dan lebih parahnya lagi memberontak.

Pemberontakan pemain inilah yang saya rasa membuat karir Jose di sebuah klub tidak pernah lama. Kalau tidak salah maksimal tiga musim saja dia membina sebuah klub. Mou memang cocok untuk tim-tim yang ingin kesuksesan instan. Dia benar-benar tahu pemain kunci yang dia butuhkan untuk timnya mengarungi kompetisi. Dan karena sudah pasti mendatangkan pemain baru, pemain binaan akademi akan tersingkir karena kesempatan bermain yang sangat jarang.

Untuk saya sendiri, awalnya saya memang benci ketika tim favorit saya Manchester United harus berhadapan dengan tim yang diasuh Jose Mourinho. Karena gaya bermainnya begitu menjengkelkan. Sangat solid dan susah ditembus. Kelebihan Mou dalam menempatkan pemainnya untuk mengeliminasi ruang antar pemain benar-benar harus diakui jempol.

Baru ketika Jose pindah ke MU saya baru mengerti filosofinya. Karena yang penting adalah kemenangan. Mau dicap seburuk apapun gaya mainnya, yang penting adalah gelar dan kemenangan. Lawan boleh jumawa di tengah musim bahwa gaya main Jose tidak patut ditonton dan membosankan. Tapi lawan akan malu di akhir musim bahwa sederet prestasi akan mengalir ke lemari trofi klub yang dilatih Jose.

Untuk saat ini Jose masih belum melatih klub baru. Terakhir klubnya adalah MU. Saya berharap Jose melatih lagi. Dan saya kira Jose memang akan melatih lagi dalam waktu dekat.

Biar saya tebak dimana Jose akan berlabuh. Saya rasa dia akan kembali melatih di empat liga yang sudah dia taklukan. Inggris, Italia, Spanyol, dan Portugal. Rasa-rasanya untuk melatih di EPL sangat mungkin terjadi melihat Chelsea yang terseok-seok bersama Sarri. Di Spanyol tidak ada kesempatan bagi Jose Mourinho sebab Barcelona masih gagah dengan Valverde, Zidane baru saja masuk ke Real Madrid, dan juga Atletico yang masih mempertahankan Simeone.

Bergeser ke liga Italia, saya harap Jose kembali ke Inter. Datangnya Jose akan menghidupkan kembali liga Italia yang saat ini redup sebab keperkasaan Juventus. Sudah saatnya Mou jadi penantang untuk Juve yang memonopoli serie A.

Untuk liga portugal sepertinya jangan dulu. Itu nanti saja kalau kamu sudah mau pensiun, Jose.

Please follow and like us:

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae