makan yang diingatkan

MAKAN YANG HARUS DIINGATKAN

Semenjak naik daunnya akun Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini, saya banyak mendapatkan inspirasi. Terutama soal grafis-grafisnya yang tentu saja berisi kata-kata sambat. Banyak kata-kata di NKSTHI yang memang saya banget dan sering saya ucapkan dalam kehidupan saya sehari-hari. Kata-kata itu jadi populer karena diangkat ke media sosial. Dan ternyata banyak orang yang sambat seperti saya.

Saya juga berniat membuat postingan-postingan seperti apa yang NKSTHI buat. Kata-kata dalam Basa Jawa yang sederhana tapi mengena di hati. Untuk kemudian saya post di insta-story (setelah saya akhirnya install IG lagi sebab sedang ikut kontes dari asus). Bukan karena saya ingin sambat, bukan. Tapi lebih karena saya terinspirasi konten grafis dari NKSTHI. Akhirnya saya buat tulisan ala-ala NKSTHI tapi bukan soal sambat.

“Ojok lali mangan yo cuk.”

Kira-kira itu kalimat yang saya pos di insta-story. Tidak ada alasan khusus kenapa saya memilih kalimat tersebut. Hanya karena waktu saya membuat tulisan itu waktu menunjukkan jam makan siang. Kebetulan saya juga sedang menunggu makan siang saya datang di warung nasi padang langganan saya. Kalimat itu jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia berarti pengingat agar tidak lupa makan. Tak berapa lama beberapa DM masuk ke IG saya.

Satu DM yang menyita perhatian saya datang dari teman saya yang nyeletuk “Ra penting blas cuk, wong ndi sing lali mangan?” Saya yakin jika di dunia nyata dia menyampaikan kalimat di DM itu dengan nada ngegas. Sebab jelas-jelas dia membantah saya. Menyangkal apa yang saya buat dengan susah payah dengan Adobe Sparkpost.

Saya orangnya cukup tenang. Meskipun terang-terangan dia membantah saya, saya mesti tenang untuk bisa membalikkan keadaan. Ketenangan bisa membuat otak berpikir jernih. Bisa jadi juga ketenangan itu suatu pertanda otak error alias sedang kosong. Ya beda-beda tipislah.

Memang betul apa yang dikatakan teman saya. Apa ada sih orang yang lupa makan. Makan itu kebutuhan. Kalaupun memang lupa belum makan pasti perut juga akan keroncongan dan mengirimkan sinya ke otak untuk memberitahu kalau tubuh butuh asupan. Bukankah cara kerjanya memang begitu? Ah tapi saya sedang ada di posisi dibantah. Mau sebenar apapun dan seilmiah apapun bantahan kawan saya ini, saya harus mencari cara untuk membalikkan keadaan.

Dengan sekali tarikan nafas saya ketik kalimat balasan yang isinya “Aku tak tekok cuk, kowe tau ngelingke bocahmu mangan pora?”

Nah dari sini saya bisa membalikkan segala fakta yang ada. Memang manusia tidak akan lupa untuk makan. Sebab perut dan otak tak akan bisa berbohong pada diri sendiri. Masa iya perut keroncongan dan otak sudah bilang kalau butuh makan, tapi kemudian lupa. Dengan serangan balik ini saya menyasar posisinya sebagai seorang laki-laki yang mengingatkan wanitanya untuk makan.

Ah tentu saja jawaban teman saya sudah pasti iya. Dan itu memang terbukti lewat pesan teks yang dikirimkannya setelah itu. Pesan teks yang isinya pengakuan memang benar mengingatkan makan adalah bentuk perhatian. Lagi-lagi saya memenangkan perdebatan.

Memang dalam percakapan yang memancing emosi dan banyak keluar makian dan umpatan ini kawan saya tetap teguh pendirian. Orang tidak akan lupa makan. Orang pasti akan lapar dan mau tidak mau dia akan ingat untuk makan. Tapi dia mengakui dia sering mengingatkan wanitanya untuk makan. Meskipun itu diakuinya sendiri sebagai hal konyol karena pernyataan awalnya bahwa orang tidak akan lupa makan. Serba salah jadinya.

Untuk anda yang masih diingatkan makan, jangan anggap bodoh mereka yang mengingatkan anda untuk makan. Kita semua tahu tidak akan ada orang yang lupa makan. Mengingatkan makan hanyalah salah satu bentuk perhatian.

Please follow and like us:

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae