anjingkucing

Kalau Anjing Tidak Najis Pasti Kucing Akan Tersingkir

Populasi kucing di kampung-kampung hingga ke kota begitu banyak, jauh melebihi anjing. Di setiap pojokan pasti ada. Yang paling banyak tentunya kucing kampung. Ya walau sebagian kecil juga ada ras-ras elit seperti anggora. Kucing kampung juga banyak jenis bulunya. Ada hitam, ada kuning, dan ada putih. Tapi apa baik membeda-bedakan ras kucing. Manusia saja tidak suka dibeda-bedakan bukan. Panggil saja mereka kucing.

Satu trik si kucing-kucing ini supaya bisa mempunyai populasi sebanyak itu salah satunya dengan rajin berkembang biak. Yang saya tahu kucing itu sekali melahirkan bisa banyak. Dan sepertinya mereka juga hobi beranak. Saya pernah berpengalaman merawat kucing kampung yang tiba-tiba datang ke kos saya. Dalam keadaan hamil dari pejantan yang tidak bertanggung-jawab. Kemudian beberapa minggu kemudian si kucing ini melahirkan. Tidak tanggung-tanggung tiga kucing kecil lucu dan imut. Sedihnya, baru beberapa minggu mereka dirawat dan disusui, si ibu kucing ini sudah saya pergoki bersama pejantan lagi. Mungkin manusia sebelum jaman KB mencontoh kucing ini.

Selain memang rajin berkembang biak, kucing sepertinya memang dilestarikan oleh warga negara Indonesia. Saya yakin sampai hari kiamat, kucing tidak akan punah. Orang-orang pecinta dan pemelihara kucing bahkan rela repot-repot menjadi mak comblang agar kucingnya bisa kawin dengan kucing elit. Alasannya tentu memperbaiki keturunan. Para penggila kucing ini ibarat orang tua kolot jaman dulu. Suka menjodoh-jodohkan. Moto mereka adalah jangan sampai kucing ini dihamili oleh kucing kampung dekil yang tidak bertanggung jawab.

Kucing memang lucu. Alasan beberapa orang memelihara kucing ya karena ini. Lucu. Ya walaupun kucing berkumis, tapi lucu. Tidak seperti saya yang berkumis tapi malah kelihatan nampak tua. Dibelai-belai juga nyaman. Kucing suka sekali jika dibelai di ubun-ubunnya. Sama seperti kita manusia yang juga suka dibelai kekasih sendiri. Asik.

Tapi tunggu dulu, bagaimana jika anjing tidak najis? Apa populasi kucing akan sebanyak sekarang? Apa kucing masih difavoritkan menjadi peliharaan?

Anjing ini najis. Sudahlah, mau alasan apapun mereka tetap saja najis. Di Arab, di Indonesia, sama saja. Repotnya menghilangkan najisnya ini buat kita segan menyentuh. Basuh dengan air tujuh kali, salah satunya dengan tanah. Bukannya bersih, malah kotor lagi. Cuci tangan dengan lumpur. Apalagi anjing ini suka dengan adegan jilat-menjilat. Entah jilatan ini sebagai tanda kasih sayang, atau apalah itu. Tapi inilah yang najis. Jilatan yang najis.

Coba sekarang anggap anjing tidak najis. Dia bebas menjilat sedemikian banyaknya. Tidak perlu repot bersih-bersih dengan air sebanyak tujuh kali dan salah satunya dengan tanah. Dijamin banyak yang akan pelihara mereka. Ini dia alasannya.

Pertama anjing tidak kalah lucu dengan kucing. Jangan kira yang berbulu tebal dan enak untuk dielus hanya kucing. Anjing juga ada. Mereka bukan cuma herder dan bulldog. Ada juga yang berbulu. Saya tidak tahu namanya. Saya bukan ahli anjing. Anjing yang berbulu ini cocok untuk jadi peliharaan para wanita yang suka bulu. Nah kalau para laki-laki yang gagah perkasa, anak gym, dan para body builder bisa pelihara ras yang gagah juga. Jogging bersama anjing gagah kesayangan. Wah, wanita pasti nempel.

Kedua anjing tidak pemalas. Kucing dikenal mageran. Mungkin mereka mencontoh pemiliknya yang juga mageran. Mungkin juga memang mereka malas gerak saja. Buang-buang energi. Toh tanpa bergerak makanan tetap datang. Susu dan ikan asin tetap tersedia di piring dan semua itu pemiliknya yang melayani. Beberapa kucing juga sepertinya bodo amat jika ada tikus yang lewat. Kucing-kucing sekarang sepertinya sudah trauma dengan tontonan pemiliknya yaitu tom and jerry dimana tom selalu gagal menangkap jerry dan cenderung disiksa balik oleh si jerry.

Anjing berbeda. Mereka sangat aktif bergerak. Berlarian kesana-kemari. Apa mereka tidak punya pusar sehingga tidak punya rasa capek? Atau memang mereka hiperaktif? Ah, saya tidak tahu. Anjing-anjing ini begitu aktif. Sering malah mengundang pemiliknya untuk main bersama. Yang paling terkenal sih permainan lempar bola. Pemilinya melempar bola, anjingnya mengambilkan. Lah kalau kucing, mana pernah bisa diajak main seperti itu. Paling mentok tingkahnya kalau laser titik merah diambil lalu diarahkan ke lantai di depannya. Selebihnya? Tidak ada.

Sebenarnya halangan manusia memelihara anjing ya karena najisnya. Selebihnya tidak ada. Bahkan memeliharanya cenderung berguna. Ada yang bisa mendeteksi narkoba, ada yang bisa berenang ke dalam samudera, dan ada yang bisa berburu.

Mungkin harus diciptakan serum yang bisa membuat najis di anjing jadi hilang.

Please follow and like us:

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae