Kalau Dia Memang Ingin Berjuang, Dia Tidak Akan Meninggalkan.

Aku bertanya-tanya. Sebelum dia masuk ke dalam hari-harimu, hidupmu bahagia-bahagia saja. Tapi sesulit itukah sekarang untuk membahagiakan hidup tanpa ada dirinya? Latihlah dirimu untuk mulai terbiasa. Sedikit demi sedikit nanti juga bisa. Ajak lagi dirimu yang sudah mulai lupa berjuang. Singkirkan hambatan-hambatan yang menahanmu keluar dari kesedihan. Coba ambil lagi kamera yang sudah jarang kamu pakai semenjak berhubungan dengannya. Datang ke tempat baru, abadikan momennya. Bukankah itu hobimu? Atau kalau tidak nyalakan laptopmu, ambil buku-buku favoritmu. Lanjutkan tulisan yang sempat kamu terlantarkan karena pacaran. Buka lagi cita-cita yang sempat berdebu. Membiarkan luka membuat semuanya berantakan adalah kebodohan.

Siapa lagi yang akan menyayangi dirimu selain dirimu sendiri. Aku yakin kamu bisa melakukan itu. Dia, yang sekarang bukan siapa-siapa, nyatanya pernah kamu sayangi dengan setulus hati. Lalu apa yang membuatmu tidak bisa menyayangi dirimu sendiri. Kamu bisa berjuang sekeras itu untuk seseorang yang meninggalkanmu. Lalu apa alasan yang membuatmu tidak bisa memperjuangkan cita-citamu sendiri.

Kamu dulu memang bahagia bersamanya. Suka berbincang tentang hubungan antara kopi dan rindu untuk membunuh waktu. Menjalani insomnia bersama karena pesan yang saling bertukar kata-kata indah nihil makna. Sekarang yang harus kamu ingat, dia bukanlah orang yang tepat. Dia lebih memilih jadi seseorang yang sekedar lewat untuk meninggalkan luka yang amat berat. Percayalah, jika seseorang benar-benar ingin berjuang bersamamu, tidak akan terlintas sedetikpun di pikirannya untuk meninggalkanmu.

Membiarkan dia pergi dengan ikhlas hati adalah kunci. Temukanlah kebahagianmu lagi. Menyakiti diri sendiri bukan solusi. Berlarut-larut dengan kesedihan akan membinasakan mimpi-mimpi. Kalau kamu suka memotret, jalanilah. Kalau kamu suka menulis, kerjakanlah. Kalau kamu suka membaca, lakukanlah. Prioritaskan hal-hal yang membuatmu senang. Hidup terlalu singkat untuk membiarkan orang lain menentukan apa yang membuat kita bahagia.

Please follow and like us:

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae