INGATAN YANG TIDAK INGIN BERANJAK DARI KEPALAKU

Barangkali sudah tidak ada di ingatanmu tentang hari-hari yang pernah kita lalui. Duduk bersama di sebuah taman. Obrolan dan candaan ringan. Atau semua hal yang membuat kita merasakan benar-benar disebut pasangan. Di ingatanku? Masih melekat. Dan sungguh semuanya masih sama. Semuanya yang mungkin bagimu sudah kandas, tapi di ingatanku masih saja membekas. Tentang tanggal-tanggal itu. Tentang aroma aspal saat diguyur air hujan saat kita berteduh bersama di emperan sebuah toko. Bahkan tentang jauhnya jarak yang menyampaikan rindu saat kita tidak saling berdekatan.

Mungkin bagimu semua sudah jadi biasa saja. Semua cerita tentang kita sudah tiba pada akhirnya. Namun bagiku tidak ada yang selesai. Segala perasaan padamu masih sama. Kamu melekat di setiap inti syaraf di otakku. Kemanapun aku melangkahkan kaki pikiran-pikiran itu akan selalu terbawa. Kepada siapapun aku mencoba memalingkan hati, cerita-cerita itu seakan menertawakan aku. Semua hal tentangmu tidak mau pergi sekuat apapun aku mencoba untuk melawan hati.

Aku mencoba meniru apa yang kamu lakukan untuk melepaskan diri. Dari mencoba menemukan kawan-kawan baru, berkunjung ke tempat-tempat baru, hingga mencoba menjalin hubungan dengan hati yang lain. Namun ingatan itu begitu kuatnya hingga aku tidak kuasa melawannya. Semakin keras aku ingin memporak-porandakan rindu, semakin keras juga ia menentang balik semua usahaku. Semakin aku ingin melepaskan semakin lengket di inti syaraf otakku.

Banyak orang bilang kalau jodoh di tangan Tuhan. Tapi bukankah manusia wajib berusaha? Aku berusaha untuk menjagamu agar tetap berada di sebelahku. Tapi kenapa kamu melakukan hal yang menjauhkanmu dariku? Bahkan saat ingatan-ingatan indah masih membekas di kepalaku. Dimana mereka tidak mau disebut sebagai masa lalu. Ingatan-ingatan itu yang selalu mengiringi langkahku dalam menunggu kapan dan dimana kita akan bertemu untuk memecah celengan rindu.

Please follow and like us:

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae