birokrasi

Birokrasi Teratasi dengan E-Government, Mungkinkah?

Kadang memang birokrasi berbelit-belit itu merepotkan. Hal-hal yang harusnya bisa diselesaikan dengan sederhana dan cepat menjadi hal yang begitu kompleks dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menyelesaikannya. Waktu adalah uang. Kehilangan waktu sedikit saja berarti uang akan melayang. Mungkin saja seseorang akan kehilangan sebuah kesepakatan bermilyar-milyar karena terlambat sebab sedang mengurus permohonan ijin atau pelayanan di suatu instansi pemerintahan. Sangat tidak cool.

Efisiensi permohonan di instansi pemerintahan juga bisa diperparah jika persyaratan pengajuan permohonan mengharuskan pemohon untuk datang langsung ke instansi terkait. Mau diwakilkanpun juga akan menambah keruwetan yang lain. Lagi-lagi semua orang tidak punya waktu sebanyak itu untuk digunakan mengurus persyaratan yang berbelit-belit. Memang sesuai prosedur, tapi tidak dipungkiri. Ruwet.

Ruwet dan ribet. Dua kata yang identik dengan birokrasi. Harus inilah, harus itulah. Izin dari pejabat ini, surat keterangan dari lembaga yang itu. Memang sesuai prosedur tapi cukup merepotkan. Jangankan dalam hal pelayanan kepada masyarakat. Antar lembaga pemerintahanpun dari kacamata saya juga sering terhambat masalah birokrasi. Ada dinding-dinding penghalang yang sebenarnya bisa ditembus dengan penggunaan teknologi. Semua itu demi efisiensi waktu.

Zaman semakin maju. Tidak hanya efisiensi waktu yang menjadi demand warga kota. Warga kota zaman now menjadi semakin kritis. Media untuk saling lempar kritik dengan mudahnya kita temui. Sebut saja Twitter dan media sosial yang lainnya. Mereka peduli akan apa yang terjadi di republik. Mereka menginginkan segala informasi sampai ke syaraf di otak mereka. Mereka kritis. Mereka haus akan informasi yang gamblang. Informasi yang terkesan tidak ditutup-tutupi.

Untuk mencapai itu semua, teknologi berperan. Zaman ini sudah bukan zaman orde lama atau orde baru. Ini zaman para millenials dan gen z. Mereka suka hal yang ringkas dan cepat. Birokrasi sudah pasti bukan hal yang disukai mereka. Mau tidak mau harus berbenah, bukan?

E-Government ada sebagai solusi. Bukankah saat ini sudah zamannya internet of things. Zaman ini bukankah sudah zaman digital. Semua beralih ke digital. Dari laptop atau smartphone, semua hal akan beres. Ingin makan enak tinggal pesan. Nanti tukang ojek yang membelikan. Ingin investasi besar-besaran ya tinggal pencet saja to. Nah kalau ingin mengurus permohonan ke instansi-instansi pemerintahan, apa ya bisa?

Sebenarnya di Indonesia juga tidak katrok-katrok amat. Sudah banyak aplikasi smartphone atau web yang sanggup melayani masyarakat. Mungkin sudah banyak jadi kata yang kurang tepat. Sudah ada jauh lebih tepat. Pemerintah juga sudah sadar hal ini. Mereka sudah mau memulai mengikuti perkembangan zaman. Zaman yang menuntut efisiensi dan kecepatan. Ringkas dan mudah. Gamblang dan tidak terkesan ditutup-tutupi. Ya tapi seperti itu, aplikasi-aplikasi maupun web ini, saya rasa masih kalah jauh jika dibandingkan aplikasi-aplikasi lain yang beredar di pasaran smartphone saat ini.

Coba bandingkan aplikasi pemerintahan kita saat ini dengan aplikasi toko online favorit. Jauh berbeda bukan? Toko online harus niat. Harus bisa mempermudah pelanggan dalam segala aktifitas belanjanya. Itu kebutuhan sang toko online, agar pelanggan tetap setia padanya. Nah aplikasi pemerintahan, saya tidak bilang tidak niat lho ya. Karena aplikasi pemerintahan tidak berorientasi untuk mengikat pelanggan agar tetap setia, ya yang penting jalan lah.

Kita bayangkan betapa mudahnya jika ada E-Government. Pertama pasti bakal ada transparansi. Tampilkan saja laporan keuangan instansi secara online. Atau berikan kepada masyarakat akses untuk memantau setiap proyek pemerintah. Kedua, efisiensi urusan pemerintahan. Birokrasi berbelit-beli bisa dihindari bahkan antar lembaga pemerintahan itu sendiri. Ketiga tentu saja bisa mengurus semua urusan permohonan kepada instansi pemerintahan dari rumah. Ya bayangkan saja, wong sekarang banyak yang kerja dari rumah hanya modal laptop dan koneksi internet, masa mau ngurus bayar pajak kok malah harus pergi keluar rumah.

Terakhir, jika inovasi E-Government sudah terwujud, ya dikembangkan. Cari developer yang benar-benar bagus. Dikembangkan. Kalau sudah ada, pamali kalau lepas tangan.

Please follow and like us:

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae