BERTAHUN-TAHUN BERTAHAN

Sejak memutuskan untuk menjalani semua ini bersamamu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mengenal kata pisah. Aku bertekad berjuang sekuat tenagaku untuk bertahan bagai karang walaupun banyak rintangan akan menghadang. Kadang-kadang terlintas di pikiranku, apakah benar aku ini berjuang ataukah aku hanya takut kehilangan.

Agar kamu mau terus berada di sisiku, sering aku pendam rasa kesal dan rasa kecewa. Biar aku kubur dalam-dalam di lubuk hati. Biar aku saja yang menahan sakitnya karena aku khawatir jika kesal dan kecewa menjadi kata-kata akan membuatmu tidak menyayangimu lagi. Aku penasaran apakah ada rasa khawatir itu juga di hatimu? Ataukah ini hanya aku saja.

Sudah banyak orang bilang bahwa mencintai secara berlebihan itu tidak terpuji. Aku sempat percaya pada awalnya karena logikaku mengatakan jika suatu saat yang aku cintai hilang, maka aku akan hancur berkeping-keping. Sialnya saat sudah menyangkut urusan hati, logika seringkali hilang entah kemana. Seakan dia pergi begitu saja dan sudah tidak mau menuntun hati menyelesaikan urusannya.

Seharusnya yang aku lakukan adalah pasrah dan berserah. Menggantungkan harapan pada orang lain sebenarnya rawan kekecewaan. Tapi bukankah semua hal mengandung resiko? Kalau aku sudah berharap segala yang tidak mungkin menjadi mungkin, aku pasti akan memperjuangkannya. Jika memang kamu yang pantas untuk berada di sampingku, akan selalu ada jalan untuk kita berdua menjadi satu.

Sudah tertanam di alam bawah sadarku bahwa seseorang yang kuat bukanlah dia yang bisa dengan mudahnya mencari hati baru untuk dicintai tapi dia yang bisa bertahan dengan satu hati hingga akhir waktu nanti.

Please follow and like us:

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae