arah dan tujuan

ARAH DAN TUJUAN DIKAAMFA.COM DI 2019

Meskipun narablog-nya sudah berusia lebih dari dua puluh tiga tahun dan belum menikah, blog dikaamfa.com belum genap seumur kalender. Kalau menengok ke arah belakang rasa-rasanya saya baru membuat blog ini bulan Februari tahun lalu. Dan saat artikel ini dibuat, kalender menunjukkan bulan Januari 2019. Berarti belum setahun dikaamfa.com berdiri.

Saya suka senyum-senyum sendiri kalau mengingat tujuan blog ini berdiri. Dulu saya punya alasan yang cukup ndakik-ndakik tentang mengapa saya harus membuat blog. Jika kalian saya beri tahu, kalian pasti tidak akan percaya kalau alasan itu muncul daridiri saya. Iya, diri saya yang bukanlah siapa-siapa ini. Saya mendirikan blog dikaamfa.com sebab saya ingin menginspirasi. Iya benar, menginspirasi. Sekali lagi menginspirasi.

 

Menginspirasi setiap orang yang menjadi pembaca konten blog saya. Itulah tujuan awal saya membuat blog ini. Untuk kalian semua yang merasa alasan ini dibuat-buat, saya ceritakan dulu kronologinya.

Setelah saya lulus dan diterima bekerja di sebuah korporasi swasta, saya bingung mau diapakan pundi-pundi rupiah yang saya dapatkan. Singkat cerita saya mencari berbagai macam konten yang mengandung unsur investasi agar saya tahu kemana uang saya akan saya larikan nanti. Saya mulai belajar reksadana, saham, deposito, dan lain sebagainya. Melompat dari satu kanal youtube ke kanal youtube lainnya.

Kebanyakan dari konten yang saya tonton juga dibarengi dengan konten-konten motivasi. Di sana ada satu bagian yang mengajak semua orang untuk berbagi kisah. Karena menurut pembicara di konten tersebut, kisah dari seseorang bisa menjadi motivasi untuk orang lainnya.

 

Dari konten ajakan untuk berbagi kisah itulah saya akhirnya berpikir keras. Saya juga harus ikut berguna bagi umat manusia. Apa gunanya saya hidup jika tidak ada manfaatnya untuk orang lain selain dalam hal bekerja. Saya saat itu merasa sebagai Minke dalam cerita Mas Pram. Dan tidak butuh waktu lama setelah itu saya membuat blog sebagai platform saya untuk menginspirasi.

Inspirasi datangnya dari mana saja. Yang susah itu menuangkannya. Itu yang saya rasakan saat awal-awal menulis di blog dikaamfa.com. Saya merasa banyak sekali kisah-kisah yang harus saya bagikan. Tapi untuk menulisnya, tangan saya rasanya kaku. Apalagi harus meluangkan waktu untuk menulis. Ah yasudah, blog dikaamfa.com mandeg setelah satu setengah bulan.

 

Saya ini bisa dibilang pembaca setia mojok.co. Itu terjadi setelah saya mengaktifkan notifikasi google chrome jika ada artikel mojok yang baru turun dari buah pikiran para redaktur dan kontributornya. Padahal sebelum itu saya cuma buka mojok dari apa yang dibagikan oleh akun twitternya. Kemudian saya ketagihan membaca pikiran-pikiran unik ala-ala mojok. Entah mengapa pikiran-pikiran mas agus dan mas puthut merasa layak saya baca lebih lanjut. Ringan dan cenderung satire. Terlalu sering membaca artikel-artikel mojok membuat arah pikiran saya ya seperti redaktur-redakturnya. Sedikit nakal dan banyak akal.

Di suatu malam yang sepi, dingin, dan hujan terbesit dalam benak saya kalau saya harus merombak blog saya dengan kiblat mojok.co. Bukan cuma soal desain blog, saya rasa konten-konten yang saya tulis akan lebih mudah dibaca dan dipahami jika diceritakan secara ringan. Mulailah saya membuka blog dikaamfa.com yang seandainya ada di dunia nyata pasti sudah berdebu.

 

Blog yang sudah berdebu saya rombak. Saya mulai dari menulis apapun yang terlintas di pikiran saya waktu itu. Semangat menulis saya sedang tinggi-tingginya. Draft-draft tulisanpun tersimpan. Beberapa artikel saya tinjau kembali untuk sekedar melihat jika ada salah tekan tombol-tombol di keyboard. Lalu tak lama setelah draft-draft itu saya unggah, saya mengganti tema blog saya. Sama seperti mojok.co, saya pilih tema dengan fokus konten. Agar pembaca-pembaca saya nantinya bisa melihat berbagai macam tulisan yang saya buat.

 

Beberapa konten saya bagikan ke teman-teman saya. Baik teman kerja, teman masa kuliah, dan juga teman-teman di komunitas. Komentar-komentar berdatangan. Dan terang saja ada satu jenis komentar yang menghubung-hubungkan saya dengan mojok. Ada yang mengira saya freelancer di mojok. Kalau sudah dibilang begini saya cuma bisa bilang kalau saya sudah sering mengirim tulisan ke mojok tetapi belum juga diangkat. Ada juga yang berkata membaca artikel saya serasa membaca mojok.co. Ya terang saja, kalau tidak sedang pegang buku, bacaan saya ya mojok itu. Mau tidak mau bahasa-bahasa di tulisan saya tidak jauh beda dengan mas Agus Mulyadi saat ngomong asu.

 

Nah kebetulan juga di akhir tahun ini saya berhasil memenangkan sebuah lomba blog. Awal saya mengikuti lomba yang saya menangkan itu bukan karena kebetulan semata. Setelah mendapatkan informasi tentang lombanya, saya segera mengambil catatan. Merancang beberapa judul yang akan saya angkat untuk saya ikutkan perlombaan. Dan buah dari itu semua adalah upah yang setimpal. Ah kalau ditanya soal hadiahnya apa, saya hanya bisa menjawab cukup untuk nyicil rumah selama dua bulan lah. Yang jelas ini adalah prestasi yang paling membanggakan bagi saya selama mengelola blog alias menjadi blogger.

 

Kompetisi yang saya menangkan itu berkat tulisan saya yang sekali lagi bergaya ala-ala mojok. Padahal dalam sejarah hidup saya, artikel-artikel yang saya kirimkan belum pernah masuk para hati redaktur situs itu. Sial benar. Daripada baper menulis untuk mojok tetapi tidak terbit-terbit, saya terbitkan sendiri di blog saya saja.

Di tahun 2019 ini sepertinya blog saya masih akan sama seperti tahun 2018. Mengusung konten-konten ringan yang bisa dibaca sambil ngopi ataupun ngeteh di pagi hari. Bisa juga dibaca untuk mengiringi senja menjelang gelap. Saya tahu pembaca setia saya belum banyak. Ah apalah itu, mau dibaca atau tidak, saya hanya ingin bercerita saja. Daripada pikiran-pikiran saya ini terpendam di otak, lebih baik saya tumpahkan di tulisan-tulisan.

Bedanya dengan tahun 2018, di tahun 2019 ini saya harap saya bisa mengikuti kompetisi menulis blog lebih banyak. Mendapatkan sesuatu dari hasil jeri payah selama ini ternyata mengasyikkan. Apalagi jika yang dilakukan itu adalah hobi. Lalu saya berpikir, mengapa tidak saya lanjutkan saja untuk mengikuti lomba-lomba lainnya. Siapa tahu dari sana ada rupiah yang terlimpah. Akan ada kenalan untuk berteman. Dan ada juga pengalaman untuk dibagikan.

Untuk sampai bulan Februari saja, saya mencatat setidaknya akan ada empat lomba blog yang akan saya ikuti. Untuk sekarang ini saya sedang riset. Mencari-cari bahan untuk tulisan. Tapi tidak lupa juga tetap menulis untuk konten-konten blog saya. Sialnya, semua ini harus saya bagi waktu dengan pekerjaan utama saya sebagai seorang insinyur.

 

Eh kamu, 2019, kalau kamu tidak mau baik-baik dengan saya, lebih baik skip saja ke 2020.

motifansuri

 

Please follow and like us:

8 thoughts on “ARAH DAN TUJUAN DIKAAMFA.COM DI 2019

  1. Halo, Mas. Salam sesama pejuang #KontesBlog. Sepengalaman saya menang atau kalah kompetisi blog tetap banyak manfaatnya lho. Blog jadi nggak berdebu, karena selalu ada tema dan bahan untuk ditulis. Bisa nanam backlink di blog penyelenggara lomba jika mereka menuliskan daftar peserta atau daftar pemenang disana.

    Bisa juga dikontak agency atau penyelenggara lomba untuk dapat sponsored post karena data blog kita ada di mereka.

    Intinya tetap semangat menulis, ^_^

    1. Nah itu. Betul. Lomba blog itu semacam ide gratisan untuk tema tulisan. Nah bonusnya itu hadiah lombanya.

      Wah untuk dikontak agency saya blm pernah. Mba pernah?

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae