SEDERHANA SEPERTI PEMIKIRAN ANAK KECIL

Kembali menjadi anak-anak sepertinya menyenangkan. Rasanya ketika kecil dulu tiada beban. Untuk berkenalan dengan seseorang tidak perlu takut dengan rasa canggung. Tidak ada peperangan dalam hati sebelum mendekati seseorang yang belum dikenal. Bertengkar bukan karena berebut gadis pujaan tapi karena berebut siapa duluan yang bisa menjawab pertanyaan guru agar bisa pulang lebih dulu. Menangis bukan karena tidak jadi diajak ke pelaminan tapi karena tidak jadi diajak main layangan.

Seiring badan yang membesar, pemikiran juga semakin dewasa. Pemikiran orang dewasa tidak semenyenangkan pemikiran anak-anak. Orang dewasa terlalu banyak pertimbangan. Menimbang ini, menimbang itu sebelum mengambil keputusan. Untuk bergerak melakukan sesuatu hal yang baru saja harus mempertimbangkan cemoohan orang lain jika nanti gagal. Untuk melakukan suatu kebaikan juga harus mempertimbangkan opini orang lain karena takut dibilang pencitraan.

Menjadi anak-anak bisa bebas melakukan sesuatu sesuai hati nuraninya. Tidak ada kata malu karena memang itu kata hati. Tidak peduli apa kata orang. Lagipula kenapa harus memikirkan pendapat orang lain? Toh yang menjalani hidup adalah diri kita. Orang lain mempunyai masalah mereka sendiri, jadi jangan kira mereka akan peduli.

Anak kecil adalah simbol kejujuran. Tidak peduli apa yang dia katakan menyakitkan atau tidak, dia pasti akan mengatakan hal yang sebenarnya. Coba kapan terakhir kali kamu bisa mengatakan perasaanmu tanpa peduli bagaimana reaksi orang itu? Jawabannya pasti ketika kamu masih kecil. Kapan terakhir kali kamu dengan lantang mengucapkan cita-citamu? Jawabnya pasti ketika masih jadi anak-anak. Beda dengan ketika dewasa. Kita terlalu memikirkan hal-hal buruk yang sebenarnya belum terjadi. Hasilnya, kita harus mengubur mimpi kita dalam-dalam.

Untuk kembali menjadi anak kecil adalah hal yang mustahil. Tidak akan bisa dilakukan. Hidup adalah bagaimana tentang berjalan maju. Bukan bernostalgia dengan masa lalu dan ingin kembali ke suatu titik waktu tertentu. Untuk kembali ke masa-masa itu memang konyol, tapi kita selalu bisa kembali menghidupkan mimpi-mimpi kita, daripada harus menyingkirkannya karena takut akan kegagalan. Kita selalu bisa jujur saat mengungkapkan perasaan kita meskipun sakit daripada berbohong hanya untuk menyenangkan orang lain. Kita selalu bisa mendengarkan pendapat orang lain selama itu positif, daripada terpuruk karena terlalu memikirkan nyinyiran netizen. Kehidupan orang dewasa terlalu rumit. Tapi tidak akan bisa kita hindari. Cara menyikapinyalah yang bisa kita usahakan.

Please follow and like us:

Mana Komentarnya? Jangan diem-diem bae